Jakarta-Jogja-Magelang-Semarang-Jakarta
August 4, 2010 at 5:00 pm Leave a comment
hari itu, saya men’tekad’kan diri untuk pergi menuju jogjakarta, tidak tahu untuk apa dan bagaimana. yang saya ingat dua hari menjelang keberangkatan saya membeli tiket penerbangan jkt-jog untuk keberangkatan pagi hari.
sebelum sinar matahari menerangi bumi, saya sudah tiba di terminal 1 keberangkatan Sutta. perasaan senang dan takut bercampur jadi satu.
pagi hari ketika bayangan manusia jatuh lebih panjang dari ukuran sebenarnya, saya menjejakkan kaki ini di bumi para sultan. masih tidak tau hendak kemana. perlahan mobil sewaan membawa jasad ini menuju kaliurang. dan saatnya sarapan.
kota jogja memang meninggalkan kenangan manis yang bahkan teramat manis hingga terasa pahit. 2 tahun lalu, disinilah saya pernah berjanji untuk selalu mencintai seseorang. janji yang terlalu indah bahkan terlalu naif. janji yang akhirnya saya ingkari sendiri, janji yang pada akhirnya menjadi pelajaran hidup. janji yang saya sendiri lupa bagaimana redaksionalnya.
waktu menunjukkan saatnya makan siang, tubuh ini kembali dibawa menjauhi pusat kenangan dan pusat harapan. berlari mendekati lembah dimana jiwa ini ingin sekali bersemayam disana. perjalanan dimulai dengan perasaan mual dan menyesakkan. tidak lebih dari 3600 detik akhirnya udara yang dirindukan akhirnya terhirup juga. saat ini, saya tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan pada akhirnya saya dapat berada di kota terabaikan ini.
koella, menghangatkan hati yang sudah dingin.
sekejap, saya harus meninggalkan lembah sejuk pulau jawa ini. sudah lega rasanya. entah apa yang telah pergi meninggalkan sesak didada. kadang, ingin bertanya tentang kerinduan ini. kerinduan yang saya sendiri tidak tahu dialamatkan kepada siapa.
langkah kaki membawaku menjauhi lembah, perlahan menuju pesisir dimana ombaknya menarikku hingga aku terseret dan jatuh karenanya. seseorang yang hingga saat ini saya tidak tahu kenapa ketika saya membuka mata, hanya dia yang setia bersemayam di kelopak mata.
ungaran masih sama, menyisakan perasaan yang sama dan berulang. begitupula dengan simpang lima. selalu terlihat ceria walaupun menyisakan luka. kali ini, saya membawa sebentuk harapan. harapan yang rapuh dan saya tahu pada akhirnya akan hancur.
dan saya menemuinya, merasakan hangat kulitnya. mencium aroma tubuhnya, memperhatikan gerakgeriknya. menyentuhnya selama saya bisa.
pada akhirnya, saya tetap harus meninggalkannya dan kembali ketempat dimana saya seharusnya berada.
Entry filed under: day by day. Tags: cerita cinta, jakarta, jogjakarta, lembah tidar, magelang, semarang, simpang lima, ungaran.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed